“dari mana dek, mau kemana?” lalu saya jelaskan secara singkat maksud dan tujuannya, “butuh ketemu pak RT ngga?” dan ternyata ibu tadi adalah istri pak RT, akhirnya aku coba jelasin lagi ke bapak nya, dan alhamdulillah sang bapak jadi responden pertamaku after an hour! Huff, “iya ibu liatin neng tadi muter-muter, kirain mau ke sekolah makanya ibu tanya, sekarang butuh berapa RT? Ibu temenin nyari” sahut ibu itu lagi.
Ah, aku gak tau kebaikan apa yang pernah aku lakuin, aku cuma berusaha jadi orang baik, itupun belum sampai di titik maksimal, tapi alhamdulillah aku dipertemukan dengan orang sebaik ibu suparidah ini.
Namanya ibu suparidah, usianya seumuran emak, hmm jadi kangen emak, tapi bedanya beliau masih aktif, masih sehat. Lalu aku diantar ke beberapa RT, rumah demi rumah diketok sama ibu, aku cuma jadi ekor hari ini, walaupun berkali-kali saya minta ibu untuk pulang aja, tapi ibu selalu jawab “kasian neng sendirian”. Alhamdulillah hasilnya diluar ekspektasi, sebelum zuhur kuisioner udah abis.
This why I love my Job, banyak pelajaran yang bisa aku ambil, kalau kebaikan ibu suparidah bukan balasan atas ‘kebaikan’ yang pernah aku lakuin, mungkin ibu suparidah ini adalah pengingat dari Allah untuk aku supaya berbuat baik, seperti bu suparidah itu contohnya.
Dilain sisi, dari setiap ibu yang aku temuin di lapangan, ga jarang para ibu tersebut ngebantu aku karena keinget anaknya, sambil bilang “saya suka ngebayangin, kalau anak saya kerja kaya adek gini, kan capek”.
Life lesson dari ceritaku hari ini adalah :
- Sebelum melakukan kegiatan, gantungkan dulu urusan kita sama Allah, jangan suudzon duluan. Bismillah aja.
- Berlaku baik lah pada siapapun, sebisa kita aja, gak perlu muluk-muluk, yang penting niat. InsyaAllah kita bakal dipertemukan lagi dengan orang baik disekitar kita, kalau bukan di waktu yang cepat, pasti di waktu yang tepat.
- Jadikan apa yang kita jalani sebagai wujud syukur, bukan sekedar meminta balas.
- Do what you love and love what you do
No comments:
Post a Comment