Udah banyak yaa berita tentang daya beli ini, mulai dari isu pergeseran ke belanja online, lalu tutup nya toko retail, ada juga yang bilang hanya sekedar isu politik, dan sebagai nya. Saya sendiri banyak turun ke masyarakat, terutama kelas menengah-bawah, mayoritas yang mereka curhatin adalah penghasilan mereka yang stagnan tapi harus bertahan ditengah perubahan harga yang pesat. Adalah wajar menurut saya kalau masyarakat terutama kelas menengah-bawah memprioritaskan urusan perut dulu dibandingkan lifestyle. Lain hal nya dengan masyarakat kelas menengah-atas kalau pun penghasilan mereka stagnan tapi kebutuhan masih bisa terpenuhi, hanya saja adanya pergeseran gaya hidup dari good-based-consumption menjadi experience-based-consumption, jamannya udah bukan lagi pamer barang, tapi lebih ke experience, bahasa sederhana nya “gimana cara biar feed instagram lebih menarik”, di lain sisi juga sekarang ini tekanan pekerjaan semakin berat, salah satu obat penghilang penat ya liburan, kan? Tercatat juga di beberapa artikel kalau penjualan tiket baik hotel, pesawat maupun kereta api cepet banget ludes nya, ditambah biasanya ada promo-promo yang bikin menarik.
Based on my experience sih, semenjak hilangnya kehidupan kampus dengan wi-fi gratis nya yang mensejahterakan mahasiswa, sekarang kalau mau wi-fi cari tempat enak untuk ngerjain kerjaan, selain itu yang aku rasain sekarang udah mulai susah buat cari tiket pulang, padahal timbang jarak sukabumi-bogor tapi pesen tiket pulang terutama pas weekend harus H-3 minggu, selain itu di sukabumi sendiri yang kota kecil kota dengan UMP yang standar aja udah menjamur cafe-cafe. Dulu juga pernah, buat nyebrang dari bangka ke belitung pas tugas negara keabisan tiket padahal dikejar deadline, alhasil orang kantor ngomel juga “kok sekarang tiket pesawat cepet abis ya? Dulu pesen hari H pun masih bisa” ya itu tadi, pergeseran gaya hidup, ditambah akses memperoleh nya juga udah makin gampang, tinggal klik lewat gadget, then you can buy the world.
Ya semoga aja ke depannya program Bapak presiden kita tentang program padat karya cash yang diperuntukan bagi peningkatan ekonomi kaum menengah-bawah bisa terealisasi setelah belakangan ini banyak ibu-ibu mengeluhkan banyaknya subsidi yang terputus, kan biar mereka juga bisa pada jalan-jalan hehe. Terus sales dan karyawan-karyawan pertokoan juga bisa sejahtera lagi.
Kan.. Kan.. Jadi tertarik belajar lebih dalem soal ekonomi, eh tapi sekedar aja deng, masyarakat masih butuh ahli gizi buat menopang kesejahteraan dari sisi kesehatannya :)
No comments:
Post a Comment