Wednesday, November 6, 2019
Menepi sejenak
Menepi sejenak,
Mungkin perjalanan ini melelahkan
Menepi sejenak,
Mari duduklah..
Pejamkan mata dan raih samar samar cahaya senja kala itu
Lalu hirup udara dalam dalam dan hembuskan perlahan sembari melepas segala penat yang ada.
Kemudian hiraukan apa apa yang datang dari alam bawah sadarmu.
Adakah itu menyedihkan? Maka, menangislah hingga lelah
Biarkan berlalu beriringan dengan setiap tetes air mata yang kau buang percuma dan tanpa syarat
Perlahan, tinggalkanlah masa lalu seperti sisa sisa jejak kaki diatas pesisir pantai yang kemudian hilang tersapu air lautan
Adakah itu menyenangkan? Maka, berharaplah baik baik, agar senantiasa hati menjadi ringan
Berharap masa depan seperti karang yang kian kokoh meski diterjang ombak berkali kali
Menepi sejenak,
Perlahan buka kedua mata dan rasakan setiap hembusan angin, kicauan burung dan indahnya senja kala itu.
Tersenyumlah, karena dirimu berhak atas itu.
Sukabumi, 15 September 2017
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Perceraian dalam Pernikahan
Gimana? dari judulnya saja jemari ini setengah gemetar untuk membangun opini, sampai perlu bikin kopi dulu. Oke, gabisa dipungkiri kalau kat...
-
Hujan tak pernah monoton. Banyak rima mengalun lara kala bercerita tentang hujan. Memang, hujan paling pandai membawa serta setiap kenangan...
-
Apa kau sudah tahu? Kalau.. Rindu, bukan hal yang tabu. Rindu, tak pernah semu. Bukankah perkara rindu bisa dijamu dengan merdu? Say...
-
Seperti tak ada lelahnya aku menuliskan tentangmu disetiap bait sajak ku Semoga kau lah koma yang kutemukan sebagai penghubung kisah pad...

No comments:
Post a Comment