Wednesday, November 6, 2019

Harapan


Bagiku, percakapan dengan Tuhan selalu menyenangkan.
Tentang kebahagiaan, kesedihan, mimpi dan harapan.
Pada harapan-harapan yang tak ku genggam erat bukan berarti sudah karat, melainkan telah kupercayakan telak pada Tuhan secara tersirat.
Bilamana hadir kecewa, tetaplah Ia sebaik-baiknya tempat mengadu asa.
Sang Maha pencipta rasa
Sama hal nya,
Di ruang tunggu, Aku tak pernah merasa waktu berakhir buntu, karena janji Tuhan tak pernah palsu.
Perihal yang berlalu, kepergian tak selamanya bermakna pilu, karena yang dipilihkan Tuhan tak pernah keliru.
Jika pada ruang tunggu saja bisa seindah itu, bagaimana jika akhirnya bertemu lalu bertamu?
Ya, selalu ada harapan yang menjulang setinggi tiang.
Maka Tuhan lah yang membuatnya begitu topang.
Pada setiap harapan, ada jeda, ada ruang.
Bersabar, janganlah dulu pulang.

Pict source : @karenapuisiituindah
Bogor, 19 September 2017

No comments:

Post a Comment

Perceraian dalam Pernikahan

Gimana? dari judulnya saja jemari ini setengah gemetar untuk membangun opini, sampai perlu bikin kopi dulu. Oke, gabisa dipungkiri kalau kat...