Wednesday, November 6, 2019

Sajak

Sejatinya hatiku tahu siapa kamu, sedang mereka tidak.

Izinkan kenyamananku mengakar pada titik ini. Hingga kelak izin Tuhan yang menjadikannya tumbuh dan berbuah.
Kepada mereka, tak perlu kau unjukkan akarnya bukan? Biarlah kelak mereka mencicipi manis buahnya saja.
Bilamana buahnya habis, musim berganti kau tetap bersemi. Lain jika akar yang habis, habislah sudah, yang ditanam takkan berbuah lagi. 

-Bogor, 01 Januari 2018

No comments:

Post a Comment

Perceraian dalam Pernikahan

Gimana? dari judulnya saja jemari ini setengah gemetar untuk membangun opini, sampai perlu bikin kopi dulu. Oke, gabisa dipungkiri kalau kat...