Wednesday, November 6, 2019

Di Tempat Biasa, ya


Kali ini,
Bukan lagi soal untaian sajak yang melena hati. Biarlah itu jadi tugas sang pujangga.
Bukan pula sekedar pengingat disetiap sudut waktu. Serahkan itu pada denting alarm.
Tapi lebih dari itu,
Mengerti..
Mengerti, bahwa masing-masing dari kita berbeda.
Perbedaan yang tak mesti diperdebatkan, melainkan perbedaan yang mampu menggenapkan.
Mengerti, bahwa masing-masing dari kita punya impian.
Jika perlu,
Pergilah dulu, kejar impianmu.
Raihlah dulu, apa yang kau mau.
Kelak, akan kubisikkan

“di tempat biasa, ya”

Seperti itu ibaratnya,
Kala tanya tak lagi perlu jawaban.
Kala arah yang tak lagi perlu navigasi.
Karena kemana pun kau pergi.
Jika aku tempat kembalimu.
Sudah kupastikan kau tahu jalan pulang.

Pict source : @karenapuisiituindah
Bogor, 23 September 2017

No comments:

Post a Comment

Perceraian dalam Pernikahan

Gimana? dari judulnya saja jemari ini setengah gemetar untuk membangun opini, sampai perlu bikin kopi dulu. Oke, gabisa dipungkiri kalau kat...