Wednesday, November 6, 2019

Desember Rain

Hujan tak pernah monoton. Banyak rima mengalun lara kala bercerita tentang hujan. Memang, hujan paling pandai membawa serta setiap kenangan yang bahkan sudah terkubur dalam-dalam. Tentang bersama siapa, berada dimana, membicarakan apa saat hujan, dengan sang pujaan.
Hujan paling piawai membuat kisah menjadi semakin romantis. Bagaimana tidak? membuat dua insan betah berlama-lama berteduh di emperan toko pinggir jalan, dan dikemasnya kepedulian “kamu saja yang pakai raincoat nya, jangan sampai sakit,” sesederhana itu.
Hujan juga bercerita tentang kesetiaan, seseorang rela basah kuyup agar sampai tepat waktu di tujuan, karena tak rela mengingkari janji. Contoh kecil, driver motor online rela hujan-hujanan tak peduli perutnya sudah terisi atau belum, bukan sekedar untuk cari bonus, dibaliknya ada janji “pulang nanti, ayah akan bawakan fried chicken ya nak”.
Hujan sebagai pundi-pundi rejeki bagi supir angkot yang kini popularitasnya mulai tergusur akibat angkutan online yang merajalela.
Hujan adalah kebahagiaan tak terhingga, bagi anak-anak yang senang menari-nari kecil ditengah bisik rintik-rintiknya, tapi hujan bisa jadi begitu menjengkelkan bagi para ibu-ibu setelah tau apa yang diperbuat anaknya hingga basah kuyup seperti itu.
Hujan anugerah, bagi setiap lahan yang tengah kekeringan, tapi hujan bisa jadi musibah bagi kota metropolitan yang kebanjiran ditengah hiruk pikuk kemacetan.
Hujan tak sekedar dingin, tapi juga kehangatan. Bayangkan, kapan waktu yang paling tepat untuk menyantap semangkuk mie instant atau setiap cangkir kopi tubruk yang disajikan? untuk sekedar mengusir rasa dingin yang berkelanjutan, lagi-lagi akan lebih sempurna bila disantap bersama sang pujaan.
Hujan itu kamu, yang tak bisa diprediksi kapan datang dan pergi. Jika kelak hujan turun, sudikah kau datang kemari? Menemaniku menyantap semangkuk mie? Atau menari kala rintiknya turun ke bumi?
Jika saja, meski hujan telah reda, ku harap aku bisa tetap berlama-lama, menahan kau agar kita terus bersama, tapi nyatanya aku hanya seorang wanita yang tak pandai berkata-kata, dan hanya mampu menyebutmu dalam doa.

By me
Published at https://komidiputarzine.wordpress.com/2017/12/03/komidi-putar-edisi-desember-2017/

No comments:

Post a Comment

Perceraian dalam Pernikahan

Gimana? dari judulnya saja jemari ini setengah gemetar untuk membangun opini, sampai perlu bikin kopi dulu. Oke, gabisa dipungkiri kalau kat...