Gimana? dari judulnya saja jemari ini setengah gemetar untuk membangun opini, sampai perlu bikin kopi dulu.
Oke, gabisa dipungkiri kalau kata pertama dari judul memang tabu untuk dibahas, Perceraian. Tapi kata itu benar-benar menggelitik POV ku.
Sejak Ijab Qobul diucapkan, manusia mana sih yang terfikir akan perpisahan? Bayangkan, persiapan menuju pelaminan yang tidak sebentar, memakan waktu bukan? tabungan yang terkuras, bukan soal uangnya saja, tapi tentu ada keringat perjuangan disana, suka cita keluarga, kerabat dekat, yang urung menjadi malu & kecewa.
Tapi ternyata semua perjuangan itu sungguh belum ada apa apanya dibandingkan mempertahankan hidup dengan manusia yang mungkin datang dari antah berantah, manusia yang dibesarkan puluhan tahun dengan culture keluarganya yang mungkin jauh berbeda dengan keluarga kita, belum lagi hal-hal lain diluar kendali.
Jika dirasa sudah tidak nyaman, lebih baik bertahan? atau melepaskan?
Mungkin akan jadi pilihan yang amat sulit terlebih kalau sudah punya anak, tapi lagi-lagi semuanya pilihan. anak dibesarkan dengan hati yang penuh atau hati yang hanya setengah?
Kalau dulu denger kata cerai itu auto DOSA, tapi sekarang jadi tau bahwa itu adalah pilihan.
Ada yang tetap bertahan dengan siksaan batin maupun fisik, mungkin alasannya beragam. Diluar dari cinta, ada perkara ekonomi, tuntutan moril, anak dan lainnya.
Ada yang sepertinya terlihat tidak pernah ada pertikaian, perselingkuhan. tapi ada gejolak batin yang tak bisa diutarakan. jadi masing-masing hanya memenuhi tugas & kewajibannya saja.
Tapi bukankah menikah itu soal komunikasi? soal mencari jalan tengah bersama? bukannya hanya suami mencari nafkah dan istri membesarkan anak saja.
Akan jauh lebih baik jadinya kalau mau saling memperbaiki dan bertahan sampai akhir hayat. Meski semua akhir gak pernah sama & seindah negeri dongeng, tapi dari semua paham aku belajar untuk tidak pernah menggantungkan harapan atau bahkan kebahagiaan pada manusia manapun, berbaik sikap & sangka pada setiap orang itu wajib, tapi menurutku bahagia adalah tanggung jawab diri masing-masing