Aku, belum seutuhnya baik. Maka, izinkan aku memperbaiki diri sebelum baik bersamamu.
Aku,
belum seutuhnya tahu, bagaimana kelak menjadi taat padamu, bagaimana
kelak mendidik generasimu. Maka, izinkan aku mencari tahu sebelum kau
beri tahu, agar gelasku tidak terlalu kosong untuk kau isi.
Aku,
belum seutuhnya mampu. Jika kelak memampukan sejatinya memang tugasmu.
Maka, izinkan aku menjadi mampu memenuhi diriku sendiri sebelum kau
sempurnakan kemampuanku.
Aku, belum seutuhnya mencintaimu. Belum
diberi hak mencintaimu seutuhnya. Maka, izinkan aku mencintai-Nya dulu.
Hingga nanti mencintaimu seutuhnya adalah jalan menuju cinta-Nya.
Wednesday, November 6, 2019
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Perceraian dalam Pernikahan
Gimana? dari judulnya saja jemari ini setengah gemetar untuk membangun opini, sampai perlu bikin kopi dulu. Oke, gabisa dipungkiri kalau kat...
-
Hujan tak pernah monoton. Banyak rima mengalun lara kala bercerita tentang hujan. Memang, hujan paling pandai membawa serta setiap kenangan...
-
Apa kau sudah tahu? Kalau.. Rindu, bukan hal yang tabu. Rindu, tak pernah semu. Bukankah perkara rindu bisa dijamu dengan merdu? Say...
-
Seperti tak ada lelahnya aku menuliskan tentangmu disetiap bait sajak ku Semoga kau lah koma yang kutemukan sebagai penghubung kisah pad...
No comments:
Post a Comment