Wednesday, November 6, 2019

Selamat sampai tujuan


Kali ini, seketika niat saya terurung untuk bersajak.
Kepergian seseorang sungguh tak ada yang tahu. Hari kemarin saya benar terkejut mendengar kabar duka dari ayahanda sahabat saya sendiri. Sontak hati dan fikiran melebur, Ayahanda adalah seorang yang sungguh baik, sangat murah senyum. Mungkin itu kenapa Tuhan memanggilnya cepat cepat, Ia rindu.
Disamping kepergiannya yang mendadak, penyebabnya pun diluar sangka. Siapa sangka orang yang segar bugar izin berangkat mencari nafkah di pagi hari dengan niat mencerdaskan anak bangsa, lepas tugas seketika denyut nadinya terhenti. Sungguh orang baik dipanggil dengan cara yang baik.
Selalu, belajar dari setiap kejadian. Ketika kita ingin bepergian jauh saja membawa banyak sekali bekal untuk diperjalanan. Lalu, bagaimana dengan bekal kita untuk selamat sampai tujuan yang hakiki? Bertemu Sang Maha Pencipta.
Selalu, belajar dari setiap kejadian. Tanam lah kebaikan kebaikan, bukan hanya untuk mengharap balasan ketika kita masih hidup saja, niscaya kebaikan kebaikan yang kita tanam semasa hidup akan jadi cerita yang abadi kelak kita tiada.
Selalu, belajar dari setiap kejadian. Apa apa yang dimiliki di dunia, begitu dicinta di dunia, tidak akan dibawa hingga kubur. Hanya doa doa dari orang yang pernah dimiliki dan dicinta di dunia lah yang bisa mengantar kita selamat sampai tujuan.
InsyaAllah Ayah selamat sampai tujuan, Sahabatku, Dwikani Oklita Anggiruling.
Al-fatihah

Pict source : @hujanmimpi
Bogor, 07 September 2017

No comments:

Post a Comment

Perceraian dalam Pernikahan

Gimana? dari judulnya saja jemari ini setengah gemetar untuk membangun opini, sampai perlu bikin kopi dulu. Oke, gabisa dipungkiri kalau kat...