Riuh gemuruh ombak seirama detak jantung yang kian gundah
Semilir angin menghidupkan kembali mimpi buruk yang kian lenyap dimakan usia
Kata mereka : “ikuti saja arusnya, nanti kau sampai”
Namun nyatanya aku hanya terombang ambing
Entah di pesisir mana kelak aku akan berlabuh
Sungguh hati tak ingin melewatkan setiap dayung perjalanan ini
Namun, kecewa pernah menenggalamkanku hingga ke dasar lautan
Yang aku tahu, dermaga tak pernah berpindah
Mungkin aku yang terlalu jauh berkelana

No comments:
Post a Comment