Wednesday, November 6, 2019

Bogor sepeninggal hujan

Seperti aku sepeninggal kau, Tuan.
Dingin, hingga menusuk tulang.
Dingin, hingga membeku urat nadi.
Aku menggigil, tidak kah kau lihat aku berselimut rindu?
Bagai aroma sisa hujan kemarin, yang kau tinggalkan hanya kenangan serupa angin.
Bagai gugur dedaunan sisa hujan kemarin, terepas satu demi satu harapan dari tangkai pohon beringin.
Yang terlihat kokoh, tapi nyatanya rapuh.

Bogor, 11 Oktober 2017

No comments:

Post a Comment

Perceraian dalam Pernikahan

Gimana? dari judulnya saja jemari ini setengah gemetar untuk membangun opini, sampai perlu bikin kopi dulu. Oke, gabisa dipungkiri kalau kat...