Sebetulnya bukan hal yang mudah, di masa depan nanti sudah pasti
akan ditemukan jurang yang begitu terjal dan tebing yang begitu curam.
Memilih,
Dengan
siapa kelak menyatu-padukan hidup bukan lagi bicara perihal masa ini,
bisa saja kamu begitu terpesona akan kecantikan seseorang, sadarkah
kelak ia akan menua? Keriputnya tidak bisa lagi disamarkan dengan
make up apapun,
bagaimana jika dia tak secantik masa mudanya lagi? Atau, bisa saja kamu
begitu kagum akan kekuatannya, sadarkah kelak ia akan melemah?
Bagaimana jika dia bahkan tidak bisa menjagamu lagi?
Menerima,
Nantinya,
segala kriteria tentang seseorang yang dipandang begitu sempurna akan
sirna bukan? Terlebih setelah hidup bersama, dan kamu akan tahu
kelemahan dan kekurangannya. Lalu, jangan lagi jadikan ego sebagi
bumerang, namun berjanjilah akan memahami dan saling melengkapi,
bukankah tidak ada makhluk yang sempurna?
Mungkin,
Pada
usia 30 sampai 50 tahun dia masih sanggup menafkahimu, menjagamu,
merawat anak-anakmu, pergi kerja sebelum matahari terbit, pulang saat
matahari terbenam. Pada usia itu dia masih bisa berkarir, memasakkan
makanan yang paling enak sedunia, bahkan lidahmu sudah tidak hafal lagi
rasa masakan ibumu.
Lalu,
Menjelang usia senja, karirmu
berakhir, anak-anakmu tidak lagi tinggal bersama, bahkan mungkin bisa
saja mereka lupa mengabarimu atau menanyakan kabarmu. Sehari-hari kamu
hanya akan menghabiskan sisa usia dengan seorang yang kau pilih, yang
sudah tidak bekerja, sudah keriput, masakannya pun seringkali terlampau
asin atau bahkan terasa hambar.
Kelak,
Akankah kamu
merasa bosan? Atau malah terbiasa? Kala hal ini melanda, ingatlah
bagaimana kamu begitu sulit memperjuangkannya, ingatlah kamu pernah ragu
hingga benar-benar yakin memilihnya, ingatlah bagaimana kamu sama-sama
membangun segalanya dari nol, ingatlah siapa yang mengusap keringatmu,
ingatlah bahwa pernah terlahir generasimu yang lebih hebat dari
rahimnya.
Maka,
Selamat terjun menyelami kehidupannya,
berjanjilah untuk tidak saling menyakiti, sekalipun ada air mata,
jadikan air mata yang jatuh adalah air mata bahagia, sekali pun ada
perpisahan, janjikan bahwa hanya kematian yang dapat memisahkan, karena
yang begitu kelak akan di pertemukan kembali, di surga.
No comments:
Post a Comment