Seperti kita masih kecil dulu, betapa senang bukan kalau orang tua pulang kerja bawa buah tangan, entah itu kue-kue atau mainan.
Begitu juga sebaliknya, kalau orang tua pulang gak bawa apa-apa, terkadang kita sedih, pengen jajan, dsb.
Sama
hal nya ketika kita sudah dewasa, ingin rasanya bisa membawakan
oleh-oleh untuk orang tua kita setelah lelah membanting tulang, supaya
mereka senang.
Sedih pula mungkin hati orang tua, jika kita pulang tanpa membuahkan hasil.
Begitu pula dengan Allah,
Bisa jadi sebenarnya Allah begitu menunggu-nunggu kepulangan kita pada-Nya.
Tapi
apa yang akan kita bawa pulang nanti? Sudah cukup bekal kita untuk
membuat Allah tersenyum? Allah pun tentu sedih kalau kita pulang “gak
bawa apa-apa”.
Maka, selagi diberi waktu sama Allah, persiapkanlah bekal terbaik untuk pulang.
Wednesday, November 6, 2019
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Perceraian dalam Pernikahan
Gimana? dari judulnya saja jemari ini setengah gemetar untuk membangun opini, sampai perlu bikin kopi dulu. Oke, gabisa dipungkiri kalau kat...
-
Hujan tak pernah monoton. Banyak rima mengalun lara kala bercerita tentang hujan. Memang, hujan paling pandai membawa serta setiap kenangan...
-
Apa kau sudah tahu? Kalau.. Rindu, bukan hal yang tabu. Rindu, tak pernah semu. Bukankah perkara rindu bisa dijamu dengan merdu? Say...
-
Seperti tak ada lelahnya aku menuliskan tentangmu disetiap bait sajak ku Semoga kau lah koma yang kutemukan sebagai penghubung kisah pad...
No comments:
Post a Comment