jadi gini, aku lagi pengen share tentang cara pandangku soal kehidupan di usia 20+ usia dimana
sadar gak sadar ternyata aku pribadi lebih menyaring-nyaring lagi mana informasi yang layak diketahui mana informasi yang gak perlu aku tau, simply things aja ketika temen ada yang ngomonin orang, okelah aku masih menghargai untuk mendengarkannya, tapi kalau ikut ngomporin kayanya aku harus mikir lagi deh, bukankah ketika api dibalas api kobarannya itu gak akan pernah padam? hal lain lagi ketika ada yang mengeluh, sangat wajar memang mengeluh itu, karena aku pun masih begitu, tapi kalau semua hal nya jadi soal, you’ll never got the answer, karena solusinya itu simple parahhh, bersyukur, that’s it! contohnya, aku paling seneng liatin lagi foto-foto jaman baheula dan jadi mikir gini “ooohh Allah baik banget yaaa ternyata mimpi aku yang itu pernah dikabulin” dan aku jadi seneng lagi, gak mustahil kok Allah ngabulin apa yang kita mau.
di usia 20+ bahasannya bukan lagi soal sistem kebut semalam karena besoknya mau ujian, bukan lagi soal laporan, bukan lagi soal rapat sana rapat sini sibuk acara ini itu, bukan lagi soal nangis gara gara putus cinta dan sebagainya, tapi pembicaraan udah tentang real life, bukan berarti yang sebelumnya itu gak real ya, hehe. And I relize that “ternyata jadi orang dewasa itu gak sederhana ya” like you’re standing in the middle of the bridge, terkadang kamu ngerasa ada di zona super nyaman aja dengan kamu gak memilih jalan ke tepi kanan atau kiri, tapi gak menutup kemungkinan kan suatu saat jembatan itu bakalan rubuh? atau tiba-tiba ada singa dari samping kanan sementara dari kiri ada ceetah, hayoloh mau lari kemana? satu-satunya cara ya terjun, hahaha.
Iya, jadi hati-hati dengan zona nyaman. Bisa jadi kamu lagi enak-anaknya kerja, menikmati uang hasil keringat sendiri, bisa jadi kamu sedang merangkai mimpi-mimpi baru, soal promosi jabatan, gaji naik, atau mau lanjut magister dengan uang kamu itu, tiba-tiba muncul pertanyaan “kapan nikah?” atau sebaliknya, apa kamu harus terjun aja? haha, ngga kok, you have to choose which option you will take sebelum ada singa dan ceetah tadi, kamu gak perlu kabur, karena kamu gak akan pernah bisa, pada akhirnya kamu akan menjalani hal itu bukan? yang kamu perlukan adalah hadapi, karena pertanyaan-pertanyaan soal kehidupan kita itu gak akan pernah ada abisnya.
Ohya,sudut pandangku soal menikah sendiri mau aku bahas di sesi yang berbeda, biar lebih greget aja gitu.even kamu cewek, kamu harus berani memilih mimpi-mimpi kamu, karena itu hak kamu, tentang bagaimana orang menilai kamu ya itu biar jadi urusan mereka ajalah, toh yang menjalankan hidup juga kamu, kan? stay strong!. Persiapkan segalanya dengan matang, jangan semata-mata karena ikut-ikutan aja tapi nyatanya kamu belum siap untuk bekerja di suatu perusahaan, atau untuk lanjut studi, atau untuk menikah, ataupun untuk berwirausaha.
memang, sejak jaman media elektronik memperbudak kita, sadar gak sadar hidup orang lain terkadang menjadi ukuran hidup kita, hmm ini bahaya sih. masing-masing dari kita punya batas kemampuan, kalau semua orang jadi expert terus untuk apa ada ilmu? sederhana aja, kita diciptakan unik oleh sang Maha Pencipta. Kamu cukup menggali apa kemampuan dirimu, and you will be the happiest person in the world dengan versimu sendiri tanpa ada yang menyamai. keren kan?
sebenernya ini remind to myself sih, aku pun harus memilih, terlebih lagi tegas pada pilihanku, tentang mau dibawa kemana kehidupan aku setelah ini, ya kalau mau belajar agama belajar yang bener, cari uang cari yang berkah, kalo mau sekolah ya cari ilmu yang bermanfaat, yang terpenting adalah pinter-pinter milih lingkungan, bukan berarti gak mau berbaur, tapi itu yang akhirnya menentukan kamu akan jadi orang baik, orang b aja, atau orang-orang lainnya.
dan satu hal yang sangat perlu kamu tanamkan dalam dirimu yaitu, kamu punya Allah, maka yakinlah kamu ga akan pernah kekurangan sesuatu apapun itu :)
No comments:
Post a Comment