Akhir akhir ini saya sering melihat banyak fenomena depresi yang di
alami seseorang yang berakhir dengan tindakan yang tidak logis, seperti
gangguan jiwa atau bunuh diri, naudzubillah.
Saya rasa
setiap orang punya batasan sampai dimana ia sanggup menahan perasaannya.
Maka sebetulnya sangat penting bagi seseorang memiliki teman curhat.
Saya
pribadi bukan orang yang mudah percaya menitipkan cerita-cerita saya
kepada siapa pun, terkadang menulis jadi pelarian saya dari kepenatan
yang ada.
Menurut saya,
Jika kau bersedih, bercerita lah, kepada orang-orang yang menganggap cerita mu bukan keluh kesah semata.
Jika kau bersedih, menulis lah, luapkan perasaan mu walau tak ada seorang pun yang membacanya.
Jika kau bersedih, alihkan lah, dengan hal hal yang kau suka, membaca misalnya atau mendengarkan musik?
Jika perlu, menangis lah sejadi jadinya, kalau itu bisa membuat hati menjadi lebih tenang.
Jika sudah habis semua cara, bersujud lah, karena Allah adalah sebaik baiknya pendengar.
Begitu
pun, jika sahabatmu bercerita sedang kamu juga tak punya jalan keluar
untuknya, dengarkan, sungguh itu saja sudah cukup melegakan untuknya.
Jangan
buat sepele kata “mengeluh” mungkin kita tidak merasakan apa yang
mereka rasakan, sesekali posisikan diri kita sebagai mereka.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Perceraian dalam Pernikahan
Gimana? dari judulnya saja jemari ini setengah gemetar untuk membangun opini, sampai perlu bikin kopi dulu. Oke, gabisa dipungkiri kalau kat...
-
Hujan tak pernah monoton. Banyak rima mengalun lara kala bercerita tentang hujan. Memang, hujan paling pandai membawa serta setiap kenangan...
-
Apa kau sudah tahu? Kalau.. Rindu, bukan hal yang tabu. Rindu, tak pernah semu. Bukankah perkara rindu bisa dijamu dengan merdu? Say...
-
Seperti tak ada lelahnya aku menuliskan tentangmu disetiap bait sajak ku Semoga kau lah koma yang kutemukan sebagai penghubung kisah pad...
No comments:
Post a Comment