Wednesday, November 6, 2019

Melihat kata “mengeluh” dari sisi lain

Akhir akhir ini saya sering melihat banyak fenomena depresi yang di alami seseorang yang berakhir dengan tindakan yang tidak logis, seperti gangguan jiwa atau bunuh diri, naudzubillah.
Saya rasa setiap orang punya batasan sampai dimana ia sanggup menahan perasaannya. Maka sebetulnya sangat penting bagi seseorang memiliki teman curhat.
Saya pribadi bukan orang yang mudah percaya menitipkan cerita-cerita saya kepada siapa pun, terkadang menulis jadi pelarian saya dari kepenatan yang ada.
Menurut saya,
Jika kau bersedih, bercerita lah, kepada orang-orang yang menganggap cerita mu bukan keluh kesah semata.
Jika kau bersedih, menulis lah, luapkan perasaan mu walau tak ada seorang pun yang membacanya.
Jika kau bersedih, alihkan lah, dengan hal hal yang kau suka, membaca misalnya atau mendengarkan musik?
Jika perlu, menangis lah sejadi jadinya, kalau itu bisa membuat hati menjadi lebih tenang.
Jika sudah habis semua cara, bersujud lah, karena Allah adalah sebaik baiknya pendengar.
Begitu pun, jika sahabatmu bercerita sedang kamu juga tak punya jalan keluar untuknya, dengarkan, sungguh itu saja sudah cukup melegakan untuknya.
Jangan buat sepele kata “mengeluh” mungkin kita tidak merasakan apa yang mereka rasakan, sesekali posisikan diri kita sebagai mereka.

No comments:

Post a Comment

Perceraian dalam Pernikahan

Gimana? dari judulnya saja jemari ini setengah gemetar untuk membangun opini, sampai perlu bikin kopi dulu. Oke, gabisa dipungkiri kalau kat...