Wednesday, November 6, 2019

Bersama




Tuan,
Kuperhatikan..
Langkahmu semakin nyata.
Meskipun masih banyak anak tangga yang perlu kau tapaki.
Tuan,
Sudah seberapa siap bekal yang kian memberatkan pundakmu itu?
Bahwasannya aku tahu bagaimana beratnya menapaki anak tangga seorang diri.
Izinkan aku menemani.
Bilamana pundak ku tidak lebih kuat darimu,
Setidaknya kuringankan bebanmu dengan melukis senyum di wajahmu sepanjang anak tangga.
Atau, kuringankan langkahmu dengan suara tapak kakiku, agar kau senantiasa kuat, dan percaya bahwa kau tak benar-benar berjuang sendirian.
Jika begitu tuan,
Apa kau masih yakin akan menapakinya seorang diri?
Sedang bersama terasa begitu meringankan beban di pundakmu dan langkah kakimu

Pict Source : @aksarannyta
Bogor -sedang hujan hujannya, 24 September 2017

No comments:

Post a Comment

Perceraian dalam Pernikahan

Gimana? dari judulnya saja jemari ini setengah gemetar untuk membangun opini, sampai perlu bikin kopi dulu. Oke, gabisa dipungkiri kalau kat...